Pada tanggal 18 Agustus 2009, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar event “Karnaval Pelajar 2009″ yang diikuti oleh sebagian besar sekolah di Kabupaten Gunungkidul terutama SMP-SMP di Kecamatan Wonosari.
Sebagai salah satu sekolah RSBI di Kabupaten Gunungkidul, SMP 1 Wonosari dengan yakin mengajukan seluruh keahlian akademi baik dari Guru, karyawan dan seluruh siswa. Ada pasukan pengibar bendera, pasukan Tonti, Drumband, UKS, Bhineka Tuggal Ika, Wawasan Multikultural, Keagamaan, Teknologi informasi, kesenian, koperasi, olahraga, pramuka, dan lain sebagainya.
Sebagai hasil jerih payah siswa siswi SMP 1 Wonosari berhasil menjuarai karnaval tersebut (tingkat SMP) dalam kompetisi larnava; pelajar 2009 . Tentu saja seluruh warga seluruh SMPN 1 Wonosari sangat senang mendengar hal tersebut
September 1, 2009
Kategori: Uncategorized . . Penulis: rafifrikasatya . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Drs. Kasiyo MM Melaunching SMPN 1 Wonosari menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sabtu (8/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Hj. Badingah SSos selaku alumni yang kini menjabat Wabup Gunungkidul, Kepala SD dan SMP di Wonosari serta tamu Undangan.
Drs Kasiyo MM dalam sambutannya mengatakan dengan di-launching-nya SMPN 1 Wonosari menjadi RSBI akan mendongkrak peningkatan mutu pendidikan, sehingga nantinya akan menghasilkan generasi yang cerdas serta mampu bersaing.

Kepala SMPN 1 Wonosari Bambang Pracaya, S.Pd, M.M mengungkapkan, sesuai Visi dan misi, sekolah bertekad mewujudkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, cinta tanah air, berwawasan dan berdaya saing global. Pada tahun ajaran 2009/2010, sekolah menerima 130 siswa RSBI yang terbagi dalam 5 kelas, setiap kelas terdiri 26 siswa. Sedangkan sebanyak 64 siswa masuk dalam kelas bilingual yang terbagi dalam 2 kelas, sehingga total siswa sebanyak 194 anak terbagi dalam 7 kelas.
Pada tahun 2010/2011 di rencanakan sebanyak 7 kelas nantinya masuk dalam RSBI. Sejalan dengan program pemerintah terkait pendidikan gratis, ada pengecualian untuk RSBI dan SBI tetap boleh memungut biaya. Tapi bagi siswa RSBI di SMPN 1 Wonosari yang berasal dari keluarga miskin akan dibebaskan pembiayaan atau gratis. Bahkan sekolah juga telah membebaskan biaya operasional untuk kelas 8 dan 9. Lebih lanjut Bambang Pracoyo SPd MM menyatakan, sebagai sekolah RSBI, SMPN 1 Wonosari tetap akan mengembangkan budaya lokal agar siswa
Agustus 31, 2009
Kategori: Uncategorized . . Penulis: rafifrikasatya . Komentar: Tinggalkan sebuah Komentar